Monday, 3 October 2011

Persamaan Kaya dan Miskin di Indonesia

Ada beberapa hal yang merupakan persamaan antara kaum kaya dan kaum miskin yang ditemukan di Indonesia :
  • Tentang Kekayaan
    • Bagi orang kaya : pengen disebut kaya, tapi klo diminta sumbangan atau diaudit oleh KPK buru-buru berganti status "miskin"
    • Bagi yang miskin : pengen sekali disebut kaya tetapi belum ada kemampuan, so muncul pepatah "biar miskin asal sombong"
  • Tentang Kemiskinan
    • Bagi yang kaya : pura-pura miskin bila disuruh bayar pajak, zakat, dan lainnya
    • Bagi yang miskin : rame-rame minta jatah raskin (termasuk pembagian lainnya) dibagi rata, padahal yang bener-bener membutuhkah banyak
  • Tentang Pembagian Kurban/Zakat/dsb
    • Bagi yang kaya : semoga semua sih ikhlas, cuma kadang ada yang dijadikan semacam gengsi antar sesama kaum kaya
    • Bagi yang miskin : minta sebanyak-banyaknya (kan bisa dijual lagi tuh), bukan karena kebutuhan
Ini sekedar bahan renungan saja, bahwa apa yang ada disekitar kita masih banyak ketimpangan. Bagi yang mampu membantu, mari kita bantu, tetapi bagi yang butuh dibantu, jangan menyerah untuk berusaha dan berdoa.

Saturday, 1 October 2011

Remidial UH II kelas VIII (Kolonialisme di Indonesia)

Remidial UH II IPS Terpadu


KD    : Menjelaskan proses perkem-bangan kolonialisme dan imperialisme Barat, serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah.

1. Tujuan pendirian VOC sebenarnya…..
2. Apa yang dimaksud dengan Devide et Impera……..
3. Hak-hak khusus (hak octroi) VOC (3 saja), ………
4. Penjelajah Belanda yang merintis ke Indonesia…..

Pendidikan di Indonesia

Pendidikan di Indonesia sering kali berubah-ubah dalam kebijakan. Seperti kebanyakan orang Indonesia bilang, ganti pemimpin ganti kebijakan. Agaknya pandangan tersebut haruslah diubah. Seharusnya Indonesia mempunyai suatu "site plan" sehingga meskipun berganti pemimpin namun kebijakan yang ada tidak menyimpang dari "site plan" yang ada. Misalnya tentang kurikulum dan lainnya.

Saat ini masnyarakat dikeluhkan dengan mahalnya pendidikan di Indonesia. Semboyan pendidikan untuk semua sepertinya agak susah, namun masyarakat juga perlu diubah pandangannya, bahwa segala sesuatu pasti membutuhkan biaya, hanya saja perlu dicari jalan tengah sehingga beban hidup tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya tanpa meninggalkan pendidikan. Pendidikan merupakan modal bagi kemajuan bangsa.


Menurut masyarakat pendidikan mahal bila sudah berbicara mengenai RSBI/SBI dan kuliah. Hal ini dimaklumi karena pada penerimaan dijenjang tersebut ada wawancara, dan biasanya menyangkut sumbangan yang akan diberikan orang tua/wali jika putra/putrinya diterima disekolah/kampus yang bersangkutan. Pernah ada yang bertanya, "apa jaminan bagi lulusan RSBI/SBI ?" ada pula keluhan tentang mahalnya, "masuk di universitas A ditarik sumbangan berapa juta, difakultas X sampai ratusan juta". Alangkah ironis, bila kita menginginkan kemajuan tetapi pendidikan ditempat kita belum mampu merata dan berkualitas baik. Kita tidak hanya mengejar suatu angka lulus 100% atau masyarakat rata-rata sudah lulus jenjang sekolah tertentu, tetapi bagaimana kualitas yang dihasilkan.
Menurut pendapat saya, perlu diadakan perbaikan kebijakan dibidang pendidikan sehingga kita tetap dapat memajukan pendidikan dengan tetap mengutamakan pemerataan pendidikan yang berkualitas. Masyarakat juga harus peduli dengan pendidikan, jangan hanya menyerahkan kepada sekolah, padahal sebagian besar waktu anak didik adalah di masyarakat dan keluarga.

Semoga pendidikan di negeri ini tidak lagi carut marut.





Disqus Shortname

Comments system