Showing posts with label Melestarikan Budaya. Show all posts
Showing posts with label Melestarikan Budaya. Show all posts

Friday, 24 September 2010

Kekerabatan Masyarakat Jawa

Masyarakat Jawa dikenal sebagai masyarakat yang kuat dalam sistem kekerabatan meskipun hal tersebut tidak diwujudkan ke dalam penyematan nama keluarga dibelakang nama pribadi para anggota masyarakatnya. Sistem kekerabatan Jawa dapat dilihat dari urutan generasi, dimulai dari tingkat anak, keatas yaitu cucu-buyut-canggah-wareng-udek udek-gantung siwur-galih asem-debog bosok. Hierarki generasi bagi masyarakat Jawa benar-benar diperhatikan. 
Selain hierarki , kuatnya sistem kekerabatan masyarakat Jawa diantaranya terlihat dalam :
  • Upacara Kehamilan
Sejak masih dalam kandungan, kekerabatan sudah mulai dijalin. Selamatan 4 bulan kehamilan, kemudian ada juga mitoni (7 bulan) sampai dengan kelahiran, dan lainnya, semua diadakan upacara/selamatan. Hal ini membuktikan bahwa, minimal dalam keluarga, ikatan batin diantara anggota keluarga demikian kuat. Keadaan ini terus berlanjut sampai dengan dewasa.

Saturday, 9 January 2010

Candi Karangnongko


Candi yang satu ini merupakan candi yang belum direkonstruksi ulang disaat penulis berkunjung ke sana tahun 2002/2003. Berada ditepi sungai yang jernih di kecamatan Karang nongko, Klaten, Jawa Tengah. Menilik dari sisa yang ada merupakan candi Hindu (lihat Lingga yang cukup besar dipegang penulis). Tidak jauh dari reruntuhan candi terdapat Candi Merak yang terdaapat ditengah pemukiman warga.
 
 

Candi Ijo



Candi Ijo berlokasi di Bokoharjo, Sleman-DIY. Candi Hindu ini merupakan candi masa Mataram Kuno yang mempunyai susunan rebah kebelakang dengan candi utama/induk berada di belakang kompleks, sedangkan pada umumnya candi masa Mataram Kuno memiliki susunan terpusat dengan candi induk ditengah dikelilingi candi perwara atau candi yang berdiri sendiri-sendiri (artinya bukan suatu kompleks percandian).Pada saat penulis berkunjung kesana ditahun 2002/2003 kompleks candi yang berada di lereng perbukitan ini sedang berada dalam tahap perbaikan.


Candi Dieng




Kompleks Dieng merupakan kompleks candi Hindu yang cukup besar dan tersebar diberbagai tempat. Jika menilik dari kata, Dieng berasal dari Dang-Hyang yang artinya tempat para dewa. Kiranya benar adanya karena memang tempat tersebut merupakan tempat berdirinya candi yang mana disekitar tempat tersebut masih banyak terdapat sisa-sisa “umpak” bangunan dari kayu, sehingga dimungkinkan dahulu merupakan asrama untuk mendalami agama Hindu.


Bukti lain adanya pemandian kuno/patirtan yang memang biasanya identik dengan pemukiman dan kompleks tempat ibadah, dalam hal ini candi. Dieng yang tidak jauh dari daerah Warak , mengingatkan kita pada nama raja yang berada di daftar prasasti Kedu dan prasasti Wanua Tengah III yang menyebutkan Sri Maharaja Rakai Warak. Dengan demikian tidak salah jika menarik kesimpulan bila kompleks candi di Dieng dibangun pada masa kerajaan Mataram Kuno.


Candi di kompleks Dieng dan patirtan banyak dinamai oleh penduduk sekitar dengan nama tokoh di pewayangan. Alasan pengambilan nama tokoh pewayangan sampai sekarang belum penulis ketahui. Mungkin para pembaca ada yang mengetahui, silahkan untuk dikomentari.

Friday, 8 January 2010

Candi Borobudur


Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di Indonesia yang dibangun dimasa kerajaan Mataram Kuno. Menurut prasasti Sri Kahulunan menyebutkan adanya pendirian Kamulan ing Bhumi sambhara.....(yang oleh paral ahli diprediksi menjadi Kamulan ing Bhumi Sambhara Budhara). Terlepas dari perdebatan tahun pendirian, yang jelas candi tersebut didirikan diatas sebuah bukit yang memang dalam filosofi Jawa Kuno, tempat yang tinggi (dan biasanya sepi) mudah untuk bermeditasi atau mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Disamping Borobudur memiliki filosofis untuk pencapaian kesempurnaan dalam hal ini mencapai nirwana.

Thursday, 7 January 2010

Candi Banyunibo


Candi Banyunibo berada di kelurahan Bokoharjo, Sleman, DIY. Merupakan candi Budha, terlihat dari stupa yang berada dipuncak candi. Sayang arca yang berada di relung seputar candi hampir sebagian besar sudah hilang.

Candi Asu


Candi yang berada di kecamatan Dukun-Magelang, merupakan candi Hindu yang masih berada ditengah arela persawahan. Kata "Asu" berasal dari kata "ASO" yang bermakna "istirahat".

Disqus Shortname

Comments system