Showing posts with label Pendidikan mahal. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan mahal. Show all posts

Monday, 3 October 2011

(Kapan ada)UU Perlindungan bagi guru

Melihat kejadian beberapa tahun terakhir, pendidikan di Indonesia banyak sekali disoroti. Sebagai bagian dari pendidikan di Indonesia (sekolah, pemerintah, masyarakat), saya merasa senang sekaligus prihatin. Senang karena perhatian meningkat, prihatin karena banyak kasus menimpa dunia pendidikan kita. Adapun beberapa persoalan/kasus yang ada diantaranya:




  • Mahalnya pendidikan


Mahal atau tidaknya pendidikan sebenarnya tergantung beban hidup yang harus ditanggung oleh suatu keluarga. Dimasa sekarang ini, saat semua barang kebutuhan "berganti" harga, beban hidup semakin besar, maka biaya pendidikan yang seyogyanya mampu ditanggung menjadi terasa berat. Hal ini ditambah dengan berubahnya pendidikan tinggi, dalam hal ini Universitas, menjadi badan hukum yang sebagian besar subsidi-nya dicabut. Di tingkat sekolah, dengan munculnya RSBI/SBI, dikeluhkan oleh masyarakat dengan tingginya biaya. Memang segala sesuatu itu ada pengorbanannya, seperti orang bilang "Jer Basuki Mawa Bea". Pencabutan subsidi disisi lain akan menambah kemandirian rakyat, tetapi disisi lain juga butuh penyesuaian dengan beban hidup yang ada. Dibidang biaya, perlu suatu kebijakan yang lebih baik lagi.

Saturday, 1 October 2011

Pendidikan di Indonesia

Pendidikan di Indonesia sering kali berubah-ubah dalam kebijakan. Seperti kebanyakan orang Indonesia bilang, ganti pemimpin ganti kebijakan. Agaknya pandangan tersebut haruslah diubah. Seharusnya Indonesia mempunyai suatu "site plan" sehingga meskipun berganti pemimpin namun kebijakan yang ada tidak menyimpang dari "site plan" yang ada. Misalnya tentang kurikulum dan lainnya.

Saat ini masnyarakat dikeluhkan dengan mahalnya pendidikan di Indonesia. Semboyan pendidikan untuk semua sepertinya agak susah, namun masyarakat juga perlu diubah pandangannya, bahwa segala sesuatu pasti membutuhkan biaya, hanya saja perlu dicari jalan tengah sehingga beban hidup tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya tanpa meninggalkan pendidikan. Pendidikan merupakan modal bagi kemajuan bangsa.


Menurut masyarakat pendidikan mahal bila sudah berbicara mengenai RSBI/SBI dan kuliah. Hal ini dimaklumi karena pada penerimaan dijenjang tersebut ada wawancara, dan biasanya menyangkut sumbangan yang akan diberikan orang tua/wali jika putra/putrinya diterima disekolah/kampus yang bersangkutan. Pernah ada yang bertanya, "apa jaminan bagi lulusan RSBI/SBI ?" ada pula keluhan tentang mahalnya, "masuk di universitas A ditarik sumbangan berapa juta, difakultas X sampai ratusan juta". Alangkah ironis, bila kita menginginkan kemajuan tetapi pendidikan ditempat kita belum mampu merata dan berkualitas baik. Kita tidak hanya mengejar suatu angka lulus 100% atau masyarakat rata-rata sudah lulus jenjang sekolah tertentu, tetapi bagaimana kualitas yang dihasilkan.
Menurut pendapat saya, perlu diadakan perbaikan kebijakan dibidang pendidikan sehingga kita tetap dapat memajukan pendidikan dengan tetap mengutamakan pemerataan pendidikan yang berkualitas. Masyarakat juga harus peduli dengan pendidikan, jangan hanya menyerahkan kepada sekolah, padahal sebagian besar waktu anak didik adalah di masyarakat dan keluarga.

Semoga pendidikan di negeri ini tidak lagi carut marut.





Disqus Shortname

Comments system