Showing posts with label Wawasan Nusantara. Show all posts
Showing posts with label Wawasan Nusantara. Show all posts

Tuesday, 6 April 2010

Kewilayahan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki posisi strategis. Menurut astronomis, letak indonesia berada di 60 LU - 110 LS dan 950 BT – 1410 BT atau secara geografis terletak di antara benua Asia - benua Australia dan samudra Hindia - Atlantik. Kewilayahan yang begitu luas dengan ribuan pulau merupakan potensi yang besar bagi Indonesia itu sendiri. Wilayah yang luas dengan beraneka ragam sumberdaya alam serta suku-bangsa adalah kekuatan yang dapat diolah menjadi kekuatan yaing luar biasa hebat. Bila ditinjau lebih jauh, kewilayahan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) memiliki historisitas yang cukup unik.

Kewilayahan NKRI masa Kerajaan Sriwijaya (abad 7 M - abad 13 M)
Menurut beberapa prasasti yang ditemukan di sekitar Sumatra, Jawa, dan Semenanjung Malaka, maka dapat dipastikan bahwa wilayah Sriwijaya meliputi seluruh Sumatra, sebagian Jawa, dan Semenanjung Malaka. Dalam tulisan ini kerajaan Sriwijaya dianggap berakhir di abad 13 M, saat terjadi "ekspedisi Pamalayu" oleh Kerajaan Singosari dibawah pemerintahan Kertanegara. Kata Pamalayu dan "Suwarnabhumi" yang terpahat di prasasti Amogaphasa, menandakan bahwa Sriwijaya telah berakhir dan digantikan Melayu atau Suwarnabhumi (atau hanya berganti nama saja? ) perlu dikaji lebih lanjut. Jadi wilayah NKRI yang sekarang juga meliputi Sumatra dan Jawa, dapat dikatakan kelanjutan kewilayahan Sriwijaya. Perlu diketahui, penaklukan Sriwijaya dimasa dahulu ke daerah lain jangan diartikan sebagai penjajahan karena yang terjadi penaklukan dengan peradaban, conquer and civilization.

Saturday, 9 January 2010

Candi Dieng




Kompleks Dieng merupakan kompleks candi Hindu yang cukup besar dan tersebar diberbagai tempat. Jika menilik dari kata, Dieng berasal dari Dang-Hyang yang artinya tempat para dewa. Kiranya benar adanya karena memang tempat tersebut merupakan tempat berdirinya candi yang mana disekitar tempat tersebut masih banyak terdapat sisa-sisa “umpak” bangunan dari kayu, sehingga dimungkinkan dahulu merupakan asrama untuk mendalami agama Hindu.


Bukti lain adanya pemandian kuno/patirtan yang memang biasanya identik dengan pemukiman dan kompleks tempat ibadah, dalam hal ini candi. Dieng yang tidak jauh dari daerah Warak , mengingatkan kita pada nama raja yang berada di daftar prasasti Kedu dan prasasti Wanua Tengah III yang menyebutkan Sri Maharaja Rakai Warak. Dengan demikian tidak salah jika menarik kesimpulan bila kompleks candi di Dieng dibangun pada masa kerajaan Mataram Kuno.


Candi di kompleks Dieng dan patirtan banyak dinamai oleh penduduk sekitar dengan nama tokoh di pewayangan. Alasan pengambilan nama tokoh pewayangan sampai sekarang belum penulis ketahui. Mungkin para pembaca ada yang mengetahui, silahkan untuk dikomentari.

Disqus Shortname

Comments system