Wednesday, 22 January 2014

Sungai Brantas dari Masa ke Masa (Suatu Tinjauan Geografi, Ekonomi, dan Sejarah)

Sungai Brantas dari Masa ke Masa


(Suatu Tinjauan Geografi, Ekonomi, dan Sejarah)


Disusun oleh Dwi Hatmoko


Gambaran Umum

Sungai Brantas adalah sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Timur. Sungai yang berhulu dan bermuara di propinsi yang sama ini melewati beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur. Menurut data yang diperoleh dari Departemen Pekerjaan Umum didapatkan bahwa Sungai Brantas secara total memiliki panjang 12.000 km2 dengan anak sungai sebanyak 485 buah (www.pu.go.id/satminkal). Aliran Sungai Brantas melintasi 9 yaitu kabupaten Malang, Blitas, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, dan Sidoarjo, sedangkan kota ada 6 yaitu Surabaya, Batu, Mojokerto, Kediri, Blitar, dan Malang. Begitu panjang dan besarnya Sungai Brantas ternyata memberi dampak bagi masyarakat yang tinggal di Jawa Timur, khususnya di DAS Brantas. Sungai Brantas begitu berperan bagi masyarakat dari masa ke masa.




  • Masa Pra Kolonial Barat


Catatan paling tua mengenai sungai Brantas adalah Prasasti Harinjing (921 M). Prasasti dimasa Mpu Sindok ini menerangkan bahwa ada perbaikan “dawuhan” yang telah dibuat dari masa sebelumnya (804 M). Prasasti Harinjing ditemukan di hulu Sungai Konto (anak Sungai Brantas).

Tuesday, 21 January 2014

Fungsi Laten Pendidikan (Berdasarkan Konsep Teori Ralf Dahrendof)

Fungsi Laten Pendidikan


(Berdasarkan Konsep Teori Ralf Dahrendof)


By Dwi Hatmoko


Pendahuluan


Merunut pada Teori Sosial Ralf Dahrendof bahwa fungsi lembaga sosial ada dua yaitu fungsi manifes/nyata/diharapkan dan fungsi laten/tersembunyi/tak diharapkan. Fungsi laten meskipun tidak diharapkan tetapi nyata terjadi.  Adapun pada kajian kali ini adalah mencoba mengupas fungsi laten dalam dunia pendidikan. Pemilihan pendidikan karena merupakan sarana bagi setiap manusia untuk tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik lagi. Di Indonesia, pendidikan sendiri bertujuan untuk mewujudkan manusia yang seutuhnya baik secara rohani, jasmani dan sosial. Dalam pencapaian tujuan pendidikan tersebut maka pemerintah membuat regulasi tentang pendidikan. Regulasi tersebut diantaranya meliputi struktur lembaga pendidikan, kurikulum pendidikan dan pendanaan. Pembuatan regulasi selain diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, ternyata juga sebagai alat pemerintah untuk memantau dan mengontrol pendidikan. Dengan demikian fungsi pendidikan yang diharapkan dapat mewujudkan manusia yang seutuhnya sesuai potensi yang dimiliki masing-masing individu menjadi bias. Hal yang bias inilah yang merupakan fungsi laten pendidikan yang akan dibahas pada pokok pembahasan dibawah.


Pembahasan

Seperti pada pendahuluan diatas maka pada pokok pembahasan ini, akan dikupas fungsi laten atau fungsi tersembunyi dari pendidikan yang ada sekarang. Berikut adalah fungsi laten pendidikan :




  1. Pendidikan sarana deradikalisasi: mengurangi (menghilangkan) sikap radikal

Saturday, 13 July 2013

Kurikulum 2013 dan implementasinya di lapangan

Kurikulum 2013 sudah diluncurkan. Banyak pro dan kontra yang mengiringi peluncurannya. Kemdikbud tetap dengan langkah pasti menerapkannya. Sebenarnya bagaimana sih kurikulum 2013 itu sehingga terjadi pro dan kontra.

Pihak kontra memberikan alasan sebagai berikut :

  • Kurikulum 2013 terlalu cepat sosialisasinya

  • hanya dijadikan proyek saja

  • kesulitan penilaian dan pemilihan kompetensi dalam implementasinya


Pihak pro memberikan alasan sebagai berikut :

  • Kurikulum 2013 menerapkan keseimbangan Sikap, Pengetahuan, dan Ketrampilan disetiap mata pelajaran

  • Konsep scientific harus benar-benar diterapkan

  • Pengajar hanya fasilitator saja, sedang sebagian besar kegiatan belajar mengajar merupakan keaktifan siswa

  • Beban materi pelajaran lebih ringan


Marilah kita telaah bersama isi kurikulum 2013 tentang kelebihan dan kelemahannya.

 

 

Disqus Shortname

Comments system