Sertifikasi bagi guru merupakan bukan hal yang baru lagi, namun dalam hal prosesnya mengalami pembaharuan. Adanya tes kemampuan awal yang dilaksanakan beberapa waktu lalu menjadikan program sertifikasi serasa "dipersulit". Perasaan merasa "dipersulit" memang tidak dapat dipungkiri karena tes tersebut dianggap memeliki tingakt kesulitan yang cukup tinggi, meskipun pada dasarnya merupakan tes terhadap profesi guru sendiri, baik dalam hal perencanaa, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan belajar mengajar.
Wednesday, 29 February 2012
Sunday, 8 January 2012
Penghargaan bagi anak negeri
Sesuai dengan judulnya, sebenarnya hal ini merupakan masukan (kalau nggak mau dibilang kritik) bagi pihak-pihak yang memiliki power dalam menentukan kebijakan dinegeri ini. Jujur sebagai seorang yang berprofesi sebagai pendidik sekaligus penyemangat generasi muda untuk selalu berkarya, pasti akan terbentur bila muncul pertanyaan, "kenapa mereka yang berprestasi ada hidupnya merana/susah ?". Tentunya sebagai pendidik dan motivator bagi anak ddiknya harus bisa memberi jawaban yang memuaskan dan tetap mampu menyalakan api semangat mereka.
Sunday, 18 December 2011
Membandingkan antar siswa
Beberapa waktu lalu ada rekan yang mengatakan bahwa membandingkan siswa dengan siswa lain merupakan hal yang tidak disukai oleh siswa. Apalagi bila dibandingkan antar kelas unggulan dengan bukan unggulan. Sebenarnya hal ini bukanlah hal baru. Banding membandingkan adalah hal yang biasa dikehidupan kita. Sebagai contoh, adanya Studi Banding, survey harga (membandingkan harga) bagi konsumen, dan lainnya.
Pada prinsipnya saya setuju adanya perbandingan antar siswa, sejauh tidak menyangkut hal yang prinsip, pembandingan yang masuk akal, dan penempatan disaat yang tepat dan dengan kata-kata yang tepat pula. Memang setiap manusia bila dibandingkan dengan yang lain akan merasa tidak suka, karena setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda. Namun dalam hal ini, tentu kita tahu, setiap sekolah memiliki peringkat sendiri-sendiri, dan ternyata hal tersebut juga dijadikan bahan perbandingan. Nah....banding-membandingkan merupakan hal yang biasa dan tidak mengganggu selama dilakukan dengan bijak dan bertujuan positif, sehingga perasaan tersakiti tidak akan terjadi, bahkan menjadi motivator dan inspirator bagi anak didik dikemudian hari.