Showing posts with label Kegiatan Guru. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan Guru. Show all posts

Sunday, 18 December 2011

Membandingkan antar siswa

Beberapa waktu lalu ada rekan yang mengatakan bahwa membandingkan siswa dengan siswa lain merupakan hal yang tidak disukai oleh siswa. Apalagi bila dibandingkan antar kelas unggulan dengan bukan unggulan. Sebenarnya hal ini bukanlah hal baru. Banding membandingkan adalah hal yang biasa dikehidupan kita. Sebagai contoh, adanya Studi Banding, survey harga (membandingkan harga) bagi konsumen, dan lainnya.


Pada prinsipnya saya setuju adanya perbandingan antar siswa, sejauh tidak menyangkut hal yang prinsip, pembandingan yang masuk akal, dan penempatan disaat yang tepat dan dengan kata-kata yang tepat pula. Memang setiap manusia bila dibandingkan dengan yang lain akan merasa tidak suka, karena setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda. Namun dalam hal ini, tentu kita tahu, setiap sekolah memiliki peringkat sendiri-sendiri, dan ternyata hal tersebut juga dijadikan bahan perbandingan. Nah....banding-membandingkan merupakan hal yang biasa dan tidak mengganggu selama dilakukan dengan bijak dan bertujuan positif, sehingga perasaan tersakiti tidak akan terjadi, bahkan menjadi motivator dan inspirator bagi anak didik dikemudian hari.

Thursday, 12 May 2011

Lagu Dangdut dan Lagu Anak

Beberapa hari lalu saya sempat mendengarkan musik yang merakyat di TV, yaitu dangdut.  Anehnya, dari sekian banyak lagu yang diperdengarkan, sebagian besar hanyalah lagu dari jenis musik lain yang "didangdutkan", artinya "nothing new" alias tidak ada yang baru. Jikalaupun ada yang baru, bukan lagunya, tetapi penyanyi, goyangan, dan tampilannya saja. Padahal musik yang menjadi cirikhas Indonesia itu (karena tidak ada negara lain yang punya penyanyi atau lagu dangdut) pernah mengalami kejayaan dimasa lalu. Ada beberapa sebab mengapa dangdut terkesan "nothing new" (kecuali penyanyi, cara goyang, dan lainnya) yaitu :




  • tidak adanya pencipta lagu dangdut yang benar-benar produktif masa sekarang ini

  • kualitas suara penyanyi

  • ajang kompetisi yang ada tidak diikuti dengan penciptaan lagunya dan album

  • promosi lagu lewat acara-acara TV belum maksimal


Kejadian yang hampir sama juga terjadi didunia musik anak-anak.  Seingat penulis, penyanyi anak-anak  yang benar-benar penyanyi cilik, dalam arti usia, jenis lagu, dan penampilan, terakhir ada dimasa Joshua Suherman, Maissy, Chikita Meidy, dan Tina Toon. Meskipun sekarang ini banyak ajang kompetisi penyanyi anak-anak, tapi bila dicermati dari penampilan dan lagu yang ada, tidak mencerminkan usia mereka. Sebenarnya hal tersebut  kurang baik bila ditinjau dari pendidikan dan psikologis. Keadaan ini merupakan kesalahan para orang dewasa yang "memaksakan" mereka (anak-anak) menjadi dewasa sebelum waktunya. Namun herannya, mereka bangga bila anak-anak menyanyikan lagu dewasa, terus apakah menyanyikan lagu dewasa dilarang? bukan itu solusinya, tetapi alangkah baiknya bila disesuaikan dengan usia mereka. Acara yang menyangkut anak-anak pun sangat jarang yang benar-benar bermuatan anak-anak, dari segi isi, pengisi, dan medianya. Jadi bila disimpulkan mengapa sekarang ini penyanyi anak-anak kurang dalam jumlah dan kualitas akan tampak sebagai berikut :




  • tidak adanya pencipta lagu anak-anak

  • promosi lagu anak-anak yang kurang

  • pencitraan bahwa anak-anak dengan lagu dewasa lebih keren

  • media massa yang menayangkan acara anak-anak hendaknya mengutamakan kondisi psikologis anak (disesuaikan umurnya)

Thursday, 29 July 2010

Studi Lapangan di Karangsambung-Kebumen

Laboratorium alam Karangsambung memang menarik untuk dikunjungi. Laboratorium alam yang dikelola oleh LIPI ini merupakan tempat studi tentang geologi. Koleksi yang komplit dari berbagai lapisan batuan terdapat disini, baik yang masih dialam maupun yang sudah dibawa untuk dipamerkan di museum geologinya.


Berlokasi di desa Karangsambung, kecamatan Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, dengan kondisi alam yang masih asri membuat pengunjung betah untuk menikmati wisata keilmuan, khususnya geologi. Keadaan itu pula yang penulis temui saat berkunjung ke sana beberapa waktu lalu. Namun jalan untuk mencapai laboratorium tersebut tidaklah mudah, apalagi jika berkunjung secara rombongan menggunakan bis ukuran besar. Hal ini disebabkan oleh kondisi jalan yang sempit, dengan disisi kanan dan kiri adalah sungai, areal persawahan, maupun tebing.


Penulis yang juga mengikuti kegiatan Studi Lapangan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (MGMP IPS) Kabupaten Purbalingga, merasakan betapa sulitnya jalan yang dilalui, karena memang badan jalan yang sempit.Perjalanan yang tidak begitu jauh dari kota Kebumen, harus ditempuh lebih dari 45 menit.  Ibarat kata, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.


Laboratorium alam tersebut, selain sebagai tempat penelitian para ilmuwan geologi dan mahasiswa, juga sebagai tempat wisata menarik yang mengandung banyak hal yang bisa dipelajari. Selain itu, bagi para pendidik juga baik untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam mengajar, bahkan bisa pula membawa peserta didiknya langsung melihat dan mempelajari pembentukan bumi dilihat dari geologi. Berangkat dari banyak manfaat yang diambil itulah para guru yang tergabung dalam MGMP IPS Kabupaten Purbalingga mengadakan Studi Lapangan ke Laboratorium Alam Karangsambung.


[slideshow]


 


 


 

Disqus Shortname

Comments system